0
~~** Say No to BROKEN HEART.....! **~~
AssaLamu'alaikum.......^^
Bismillahirrohmanirrohim.......
Sahabat…pernahkah kau patah hati???
Patah hati karena penolakan, penghianatan ataupun perpisahan???
“Patah hati itu sungguh menyakitkan, memilukan dan mematikan… “ (ehm… menurut saya kalimat ini hanya cocok untuk orang-orang yang tidak percaya akan janji Allah.. ^_^)
“Patah hati itu lebih sakit dari sakit gigi dan lebih sakit dari ditusuk belati…” (ehm…menurut saya kalimat ini sepertinya hanya cocok untuk orang-orang yang yang belum pernah sakit gigi dan belum pernah ditusuk belati … ^_^)
Menurut survei, patah hati itu menyedihkan tapi …. Saya bertanya-tanya sendiri, “Apakah hati kita benar-benar bisa patah???" Atau hanya ungkapan saja…hanya dimulut saja…merasa sakit hati dan kemudian berkata “Aku patah hati” atau “broken heart”…
Sobat...jika kita memang benar-benar terasa ada yang patah di hati atau patah hati karena penolakan, penghianatan dan perpisahan, atau ditolak, dihianati ataupun dipisahkan… ingat kalimat ini :
Allah.. tak pernah salah dalam pilihan-pilihanNya terhadap kebaikan kita. Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurutNya, apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurutNya. Namun percayalah…apa yang menurutNya baik sudah pasti baik dan apa yang menurutNya buruk sudah pasti buruk. Karena Dialah Yang Maha Tahu…
Sewaktu seseorang yang kita harapkan tidak memberikan respon yang baik terhadap harapan kita, atau seseorang menolak kita, bahkan seseorang itu memutuskan untuk berpisah dengan kita..janganlah bersedih hati, janganlah merasa patah hati…jika sudah tahu patah hati itu menyedihkan, buang saja rasa itu dan menjauh dari yang namanya patah hati. Lalu jangan pernah lupakan kalimat ini…
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”(An Nur : 26)
Sehingga, apa yang harus disedihkan??? Jika seseorang itu tidak diizinkan Allah untuk bersanding dengan kita, berarti Allah telah menyiapkan bidadari atau pangeran yang jauh lebih baik dari yang kita anggap baik.. dan berprasangka baiklah kepada Allah…nantikan janjiNya yang akan memberikan yang TERBAIK untuk kita.
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan)....” (Faathir :11)
Sobat...Pasangan kita sudah disiapkanNya, jodoh itu sudah disiapkanNya… Percayalah...
Jika kita ingin mendapatkan seseorang yang baik, maka jadilah orang baik…
Seseorang lelaki jangan pernah mengharapkan kan pasangan seperti Khadijah, Fatimah atau Aisyah jika sifatnya masih jauh dari standar baik dan tidak mau memperbaiki diri menjadi lelaki baik-baik...
Seseorang wanita jangan mengharapkan pasangan seperti Muhammad atau Ibrahim jika sifatnya masih jauh dari standar baik dan tidak mau memperbaiki diri menjadi wanita baik-baik...
Perbaiki diri berarti mengundang kebaikan…
Memperburuk diri berarti mengundang keburukan…
Say no to broken heart… dan jangan bersedih…
Wassalam,
*** Kenapa Enggan Berjilbab ***
Assalamu’alaikum .
Berbagai alasan sering dikemukakan oleh para wanita yang masih enggan berjilbab. Coba perhatikan beberapa alasan mereka:
Pertama: Yang penting hatinya dulu yang dihijabi.
Alasan, semacam ini sama saja dengan alasan orang yang malas shalat lantas mengatakan, “Yang penting
Imam Asy Syaafi’i rahimahullah menyatakan, “Iman itu adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiat.”
Jadi tidak cukup iman itu dengan hati, namun harus dibuktikan pula dengan amalan.
Kedua: Bagaimana jika berjilbab namun masih menggunjing.
Alasan seperti ini pun sering dikemukakan. Perlu diketahui, dosa menggunjing (ghibah) itu adalah dosa tersendiri. Sebagaimana seseorang yang rajin shalat malam, boleh jadi dia pun punya kebiasaan mencuri. Itu bisa jadi. Sebagaimana ada kyai pun yang suka menipu. Ini pun nyata terjadi.
Namun tidak semua yang berjilbab punya sifat semacam itu. Lantas kenapa ini jadi alasan untuk enggan berjilbab? Perlu juga diingat bahwa perilaku individu tidak bisa menilai jeleknya orang yang berjilbab secara umum. Bahkan banyak wanita yang berjilbab dan akhlaqnya sungguh mulia. Jadi jadi kewajiban orang yang hendak berjilbab untuk tidak menggunjing.
Ketiga: Belum siap mengenakan jilbab.
Kalau tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa nanti jika sudah pipi keriput dan rambut beruban? Setan dan nafsu jelek biasa memberikan was-was semacam ini, supaya seseorang menunda-nunda amalan kebaikan.
Ingatlah kita belum tentu tahu jika besok shubuh kita masih diberi kehidupan. Dan tidak ada seorang pun yang tahu bahwa satu jam lagi, ia masih menghirup nafas. Oleh karena itu, tidak pantas seseorang menunda-nunda amalan. “Oh nanti saja, nanti saja”.
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma memberi nasehat yang amat bagus,
“Jika engkau berada di waktu sore, janganlah menunggu-nunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu-nunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Manfaatkan pula masa hidupmu sebelum datang kematianmu” (HR. Bukhari no. 6416). Nasehat ini amat bagus bagi kita agar tidak menunda-nunda amalan dan tidak panjang angan-angan.
Wa’alaikum salam
Moga bermanfaat khususnya buat ukhty Fillah .
Akhwat Idaman
Aku Wanita Mujahidah Sejati...
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba...
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia..
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku...
Bulat tekadku untuk menemanimu...
Aku Wanita mujahidah pilihan...
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad...
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an...
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad...
Andai tak siap bisa kau pilih...
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku...
terlebih keluh kesahku...
Tak mungkin aku memilihmu...
bila yang fana lebih kau cinta...
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana...
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu...
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...
Meniti jalan panjang di
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah...
serta debu yang beterbangan,...
keringat luka dan kesyahidan pun terulang...
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu...
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu...
Aku wanita dari bumi Jihad...
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan...
tepiskan semua mimpi yang tak berarti...
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri...
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan...
Yang melepasku dengan selaksa do`a...
meraih syahid... tujuan utama...
Robbi... terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu...
Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini...
Allahu Akbar..
Manga Akhwat
Anugerah kecantikan
yang Allah berikan kepada wanita dari berbagai sisinya dapat menimbulkan dampak
kebaikan dan keburukan baik untuk dirinya sendiri atau lawan jenisnya. Bak
mutiara indah yang senantiasa menebarkan kilauannya. Namun kilauan itu juga
dapat menjadi ladang kemaksiatan jika tidak dijaga oleh pemiliknya seperti
dicuri atau dirampas. Begitu pula keindahan dari seorang wanita akan mengundang
keburukan jika tidak dijaga dengan baik.

MANFAAT RADIOAKTIF DALAM BIDANG TEKNOLOGI DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI
A. Bidang
Kedokteran
Penggunaan radioaktif untuk kesehatan sudah sangat banyak, dan sudah berapa
juta orang di dunia yang terselamatkan karena pemanfaatan radioaktif ini.
Sebagai contoh sinar X untuk penghancur
tumor atau untuk foto tulang.
Berdasarkan
radiasinya
1) Sterilisasi
radiasi.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga
dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran.
Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan
dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan kimia), yaitu:
a) Sterilisasi radiasi
lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
b) Sterilisasi radiasi
tidak meninggalkan residu bahan kimia.
c) Karena dikemas dulu
baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri lagi sampai
kemasan terbuka. Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru
dikemas, maka dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit
penyakit.
2) Terapi tumor
atau kanker.
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi.
Sebenarnya, baik sel normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi
sel kanker atau tumor ternyata lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena
itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan radiasi secara
tepat pada sel-sel kanker tersebut.
3) Penentuan
Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan
radiasi gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X
yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi
mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang
pada alat bone densitometer tersebut. Teknik ini bermanfaat untuk membantu
mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada
usia menopause (matihaid) sehingga menyebabkan tulang muda (Yudhi, 2008).
4) Three
Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt)
Terapi radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat
pembangkit radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker.
Perkembangan teknik elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam dua
dekade ini telah membawa perkembangan pesat dalam teknologi radioterapi. Dengan
menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi terakhir telah dimungkinkan
untuk melakukan radioterapi kanker dengan sangat presisi dan tingkat
keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat selektif untuk
membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi, memformulasikan
serta memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. Dengan memanfaatkan
teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan
menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). Dengan teknik
ini kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah
konvensional menjadi dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini, bahkan
tanpa perlu membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa merusak jaringan di
luar target (Yudhi, 2008).
5) Teknik
Pengaktivan Neutron
Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral
tubuh terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang
sangat kecil (Co, Cr, F, Fe, Mn, Se, Si, V, Zn dsb) sehingga sulit ditentukan
dengan metoda konvensional. Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang
tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi. Di sini contoh bahan biologik yang
akan diperiksa ditembaki dengan neutron (Yudhi, 2008).
Penggunaan radioaktif dalam bidang kedokteran terutama untuk
pendeteksian jenis kelainan di dalam tubuh dan untuk penyembuhan kanker yang
sangat sukar dioperasi menggunakan metode lama. Prinsip radioaktif ini juga
dimanfaatkan untuk pengetesan kualitas bahan di dalam suatu industri yang dapat
dipergunakan dengan mudah dan dengan ketelitian yang tinggi. Radioisotop yang
digunakan dalam bidang kedokteran dapat berupa sumber terbuka (unsealed source)
dan sumber tertup (sealed source). Ketika radioisotop tersebut tidak dapat
dipergunakan lagi, maka sumber radioaktif bekas tersebut sudah menjadi limbah
radioaktif.
Dalam bidang kedokteran,
radiografi digunakan untuk mengetahui bagian dalam dari organ tubuh seperti
tulang, paru-paru dan jantung. Dalam radiografi dengan menggunakan film
sinar-x, maka obyek yang diamati sering tertutup oleh jaringan struktur
lainnya, sehingga didapatkan pola gambar bayangan yang didominasi oleh struktur
jaringan yang tidak diinginkan. Hal ini akan membingungkan para dokter untuk
mendiagnosa organ tubuh tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka dikembangkan teknologi
yang lebih canggih yaitu CT-Scanner.
Radioisotop Teknesium-99m (Tc-99m) merupakan radioisotop primadona yang
mendekati ideal untuk mencari jejak di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan
radioisotop ini memiliki waktu paro yang pendek sekitar 6 jam sehingga
intensitas radiasi yang dipancarkannya berkurang secara cepat setelah selesai
digunakan. Radioisotop ini merupakan pemancar gamma murni dari jenis peluruhan
electron capture dan tidak memancarkan radiasi partikel bermuatan sehingga
dampak terhadap tubuh sangat kecil. Selain itu, radioisotop ini mudah diperoleh
dalam bentuk carrier free (bebas pengemban) dari radioisotop molibdenum-99
(Mo-99) dan dapat membentuk ikatan dengan senyawa-senyawa organik. Radioisotop
ini dimasukkan ke dalam tubuh setelah diikatkan dengan senyawa tertentu melalui
reaksi penandaan (labelling).
Di dalam tubuh, radioisotop ini akan bergerak bersama-sama dengan senyawa
yang ditumpanginya sesuai dengan dinamika senyawa tersebut di dalam tubuh.
Dengan demikian, keberadaan dan distribusi senyawa tersebut di dalam tubuh yang mencerminkan beberapa fungsi organ dan
metabolisme tubuh dapat dengan mudah diketahui dari hasil pencitraan.
Pencitraan dapat dilakukan menggunakan kamera gamma. Radioisotop ini dapat pula
digunakan untuk mencari jejak terjadinya infeksi bakteri, misalnya bakteri
tuberkolose, di dalam tubuh dengan
memanfaatkan terjadinya reaksi spesifik yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Terjadinya reaksi spesifik tersebut dapat diketahui menggunakan senyawa
tertentu, misalnya antibodi, yang bereaksi secara spesifik di tempat terjadinya
infeksi. Beberapa saat yang lalu di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR)
BATAN telah berhasil disintesa radiofarmaka bertanda teknesium-99m untuk
mendeteksi infeksi di dalam tubuh. Produk hasil litbang ini saat ini sedang
direncanakan memasuki tahap uji klinis.
Sistem Peredaran Darah
Pembuluh dan Aliran Vena
Tekanan Vena
Biasanya sangat rendah dan pada daerah vena kava hanya 4-5 mmHg. Di daerah atrium kanan, dalam keadaan normal 2-4 mmHg, dan kadang-kadang mencapai -4 sampai
-7 mmHg pada keadaan inspirasi.
Gelombang (denyut) vena
Terjadi karena perubahan tekanan dan volume yang dapat dilihat dengan pencatatan elektronik yang peka karena perubahan tekanan, dapat diamati pada jugularis leher. Kurva denyut vena seringkali dicatat pada vena jugularis eksterna dengan cara non invasif.
Kecepatan aliran darah vena
Pada keadaan normal, aliran darah vena dan vena kecil kontinu. Sedangkan pada vena sedang dan besar terjadi fluktuasi (naik turun) aliran darah balik. Aliran darah vena terjadi karena efek pompa jantung, tekanan negative rongga toraks, kontraksi otot rangka, adanya katup-katup vena pada pembuluh darah vena di bagian bawah jantung. Pada dasarnya perubahan tekanan darah vena akibat pengaruh gravitasi sama dengan pada arteri.
Mikrosirkulasi
Tempat pertukaran zat antara cairan intravaskuler dan ekstravaskuler (interstisial)adalah kapiler. Factor yang memengaruhi pertukaran zat dalam kapiler kecuali dinding kapiler adalah artiole dan venolus karena dapat mengatur junlah dan kecepatan aliran darah. Rangkaian arteriole, kapiler,venolus disebut mikrosirkulasi atau terminal vasculaer bed. Perubahan tekanan hidrostatik kapiler, dan aliran kapiler limfe dapat memengaruhi filtrasi dan absorbsi berbagai zat melalui dinding kapiler.
Aliran laminar
Artinya kecepatan aliran di bagian tengah dan bagian tepi atau perifer yang dekat dengan permukaan bagian dalam dinding arteri adalah sama. Aliran bersifat sejajar yang konsentris kea rah yang sama.
Suatu aliran darah dalam arteri yang mengalir ke segala arah disebut aliran turbulen. Keadaan ini terjadi ketika pembuluh darah mengalami sumbatan, vasokontriksi atau permukaan endotel kasar dan arteri bercabang. Bila darah mengalir dalam kecepatan tetap melalui pembuluh darah yang panjang dan licin, darah mengalir dalam aliran dengan jarak yang sama dari dinding dan darah berada pada bagian tengah pembuluh, disebut dengan aliran laminar.
Kecepatan aliran darah di bagian tengah dan bagian tepi atau perifer adalah sama. Aliran bersifat sejajar yang konsentris dengan arah yang sama. Jika dijumpai suatu aliran darah dalam arteri yang mengarah ke segala jurusan sehingga memberikan gambarab aliran tidak lancar,keadaan ini dapat terjadi pada darah yang mengalir pada bagian pembuuh darah yang mengalami sumbatan atau vasokontriksi.
Tekanan Darah
Tekanan darah arteri
Kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah yang menampung, mengakibatkan tekanan ini berubah-ubah pada setiap siklus jantung. Pada saat ventrikel kiri memaksa darah masuk ke aorta, tekanan naik sampai puncak yang disebut tekanan sistolik. Pada waktu tekanan turun sampai mencapai titik terendah yang disebut tekanan diastole.
Mengukur tekanan darah arteri
Dapat dilakukan dengan menggunakan alat Sfigmomanometer dan stetoskop yang dilakukan pada arteri brakialis di lekuk siku yang bisa teraba dengan jelas. Bunyi jantung dapat diketahui dengan mendengarkan pukulan pada arteri brakialis, tempat bunyi pertama sebagai tekanan antara systole dan diastole.
Faktor – faktor yang mempertahankan tekanan darah :
1. Kekuatan jantung yang memompakan darah, membuat tekanan yang dilakukan jantung sehingga darah bias beredar ke seluruh tubuh dan darah dapat kembali lagi ke jantung.
2. Viskositas (kekentalan) darah, disebabkan oleh protein plasma dan jumlah sel darah yang beredar dalam aliran darah.
3. elastisitas dinding aliran darah. Didalam arteri tekanan darah lebih besar daripada di daam vena sebab otot yang membungkus artei lebih elastis daripada vena.
4. Tahanan tepi. Tahanan yang dikeluarkan oleh darah mengalir dalam pembuluh darah dalam sirkulasi darah besar yang berada pada arterial. Turunnya tekanan menyebabkan denyut pada kapiler dan vena tidak teraba.
Kecepatan aliran darah
Kecepatan aliran darah bergantung pada ukuran palung dari pembuluh darah. Darah dalam aorta bergerak cepat, dalam arteri kecepatan berkurang dan sangat lambat pada kapiler. Tekanan dapat diketahui ketika darah kembali mencapai pembuluh darah vena yang lebih besar dekat dengan jantung.
Factor lain yang membantu aliran darah ke jantung meliputi gerakan otot kerangka mengeluarkan tekanan di atas vena, gerakan yang dihasilkan pernapasan dengan naik turunnya diafragma yang bekerja sebagai pompa, isapan yang dikeluarkan oleh atrium kosong sewaktu diastole menarik darah dari vena, dan tekanan darah arterial mendorong darah maju.
Selisih antara tekanan sistolik dan diastolic disebut tekanan nadi. Misalnya tekanan sistolik 120mmHg dan tekanan diastolk 80 mmHg maka tekanan nadi sama dengan 40 mmHg. Tekanan darah umumnya tidak selalu tetap berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan keadaan kesehatan. Tekanan nadi juga akan berubah selaras dengan perubahan tekanan darah seseorang.
Perubahan tekanan nadi dipengaruhi oleh factor yang memengaruhi tekanan darah, misalnya pengaruh usia dan penyakit arteriosclerosis. Pada keadaan arteriosclerosis, elastisitas pembuluh darah berkurang dan bahkan menghilang sama sekali, sehingga tekanan nadi meningkat.
Tekanan darah dan pengendaliannya
Tekanan darah sangat penting dalam system sirkulasi darah dan selalu diperlukan untuk daya dorong yang mengalirkan darah dalam arteri, arteriola, kapiler dan system vena sehingga terbentuk aliran darah yang menetap.
Jantung bekerja sebagai pemompa darah dapat memindahkan darah dari pembuluh vena ke pembuluh arteri. Pada system siskulasi tertutup, aktivitas pompa jantung berlangsung dengan cara mengadakan kontraksi dan relaksasi sehingga menimbulkan perubahan tekanan darah dalam system sirkulasi. pada arteri sampai puncaknya sekitar 120 mmHg, tekanan ini disebut tekanan systole. Tekanan ini menyebabkan aorta mengalami distensi sehingga tekanan didalamya turun sedikit.
Pada saat diastole ventrikel, tekanan aorta cenderung menurun sampai dengan 80 mmHg. Tekanan ini dalam pemeriksaan disebut tekanan diastolic. Dengan adanya perubahan siklus jantung inilah yang menyebabkan terjadinya aliran darah dalam system sirkulasi tertutup pada tubuh manusia.
Pusat pengawasan dan pengaturan perubahan tekanan darah:
1. Sistem saraf yang terdiri dari pusat – pusat yang terdapat di batang otak, misalnya pusat vasomotorik dan di luar susunan saraf pusat misalnya baroreseptor dan sistemik.
2. Sistem humoral atau kimia yang berlangsung local atau sistemik, misalnya renin-angiotensin, vasopressin, epinefrin, asetilkolin, serotonin, adenosine dan kalsium, magnesium, hydrogen, kalium dan sebagainya.
3. Sistem hemodinamik lebih banyak dipengaruhi oleh volume darah, susunan kapiler, perubahan tekanan isotonic dan hidrostatik bagian luar dan dalam system vaskuler.
Pusat vasomotor
Pusat pengendalian tekanan darah yang terdapat pada dua per tiga proksimal medulla oblongata dan sepertiga distal pons. Pusat vasomotor ini bertanggung jawab atas vasokontriksi pembuluh darah dan peningkatan frekuensi denyut jantung dan selalu berdenyut otomatis karena sel – selnya memiliki potensial iistirahat yang labil dan impuls atau rangsangan terjadi dikirim melalui saraf medulla spinalis dan melalui saraf simpatis menuju organ yang dipeliharanya seperti jantung dan pembuluh darah.
Pusat vasokontriksi terdapat secara bilateral pada dua per tiga proksimal medulla oblongata dan sepertiga distal pons. Sedangkan di bagian medial dan distal medulla oblongata terdapat pusat vasodilasator (inhibitor) yang mampu menghambat impuls vasokonstriktor dan efeknya menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Kedua pusat tersebut saling memengaruhi kontraktilitas miokardium, isi akhir daiastolik dan pacu jantung, di lain pihak mampu memelihara tahanan perifer total agar tetap berada pada batas normal.
Refleks vaskuler melalui pusat vasomotor
Serabut saraf aferen menuju pusat vasomotor berasal dari baroreseptor (rangsangan ujung saraf) arteri dan kemoreseptor (rangsangan zat kimia) aorta dan karotis dari korteks serebri terutama daerah limbic yang melewati hipotalamus dan mensefalon dari aferen vagus paru-paru yang berasal dari rangsangan reseptor nyeri kulit atau visera. Rangsangan pada pusat vasomotor dapat terjadi secara langsung seperti penurunan kadar oksigen darah dan peningkatan karbon dioksida darah karena berbagai rangsangan pusat vasomotor.
Presoreseptor dan kemoreseptor
Aktivitas pusat vasomotor yang otomatis dapat dihambat oleh adanya rangsangan yang datang dari presoreseptor dan kemoreseptor dengan mekanisme yang berbeda. Rangsangan yang dikirim oleh presoreseptor (ujung saraf yang peka terhadap rangsangan motorik) menyebabkan aktivitas vasokonstriktor dan kardioakselerator sehingga umpan balik yang dikirim ke pysat vasomotor dapat bersifat negative atau positif. Di dalam pembuluh darah reseptor tekanan tersebut terdapat dalam lapisan adventisia sedangkan pada sinus karotikus dan aortikus reseptor tersebut terletak di lapisan media karena reseptot tersebut baru terangasang bila terdapat kenaikan tekanan darah.
Kemoreseptor terdapat di sinus karotikus dan baru terangsang apabila terdapat perubahan kimia darah, seperti rendahnya kadar oksigen plasma, meningkatnya ion hydrogen, menurunnya pH plasma darah, atau meningkatnya kadar karbon dioksida.
Hipotalamus
Berperan dalam mengatur emosi dan tingkah laku yang berhubungan dengan pengaturan kardiovaskuler. Rangsangan pada hipotalamus anterior menyebabkan penurunan tekanan darah dan bradikardia, sedangkan Rangsangan pada hipotalamus posterior menyebabkan peningkatan tekanan darah dan takikardia.
Hipotalamus dapat mengatur keseimbangan suhu tubuh dengan memengaruhi pembuluh darah kulit, pendinginan kulit, atau hipotalamus dapat menimbulkan vasokonstriksi pembuluh darah kulit. Sedangkan pemanasan dapat menimbulkan vasodilatasi pembuluh darah kulit untuk meningkatkan pelepasan panas.
Serebrum
Daerah korteks serebri khususnya perangsangan area motorik, dapat memengaruhi tekanan darah berupa penurunan respon presor; sedangkan vasodilatasi dan respon depressor meningkat.
Reseptor nyeri
Rasa nyeri dapat merangsang area presor dan depressor pusat vasomotor bergantung pada intensitas dan local stimulus. Rasa nyeri yang hebat dan lama dapat pula menimbulkan vasodilatasi dan penurunan kesadaran (pingsan).
Refleks pulmonal
Inflasi paru akan menimbulkan vasodilatasi sistemik dan penurunan tekanan darah arteri. Sebaliknya kolaps paru akan menimbulkan vasokonstriksi sistemik.
Sistem humoral (kimia)
Pengaturan tekanan darah dapat terjadi dengan memengaruhi factor yang menjadi komponen tekanan darah seperti curah jantung dengan segala factor yang memengaruhinya dan tahanan perifer total dengan segala factor yang memengaruhi. Pengendalian tekanan darah secara humoral atau cairan kimia adalah pengendalian tekanan darah yang diperankan oleh bahan seperti hormon, antara lain: vasopressin, kortikosteroid, rennin-angiostensin, epinefrin, norepinefrin, bradikinin, serotonin, dan ion-ion yang terdapat di dalam cairan tubuh misalnya bahan elektrolit local (ion kalsium) yang memiliki kemampuan rangsangan vasokonstriksi arteriola.
Ion kalsium dan magnesium jika terdapat kelebihan kadarnya di dalam cairan tubuh akan menimbulkan vasodilatasi arteriola. Ion ini dapat menghambat mekanisme kontraksi otot polos arteriola. Adapun ion natrium dan asam dapat menyebabkan vasodilatasi arteriola melalui mekanisme tidak langsung dengan meningkatkan nilai osmolaritas cairan tubuh. Secara umum bahan kimia yang memengaruhi tekanan darah pada sistem tahanan total seperti bradikinin, histamine, serotonin, menyebabkan pertambahan radius pada penampang pembuluh darah arteriola. Sedangkan angiostensin, prostaglandin, Dan vasopressin menyebabkan pengurangan radius arteriola. Tetapi bahan seperti epinefrin, norepinefrin, angiostensin, vasopressin, kalsium, dan kalium dapat memengaruhi tekanan darah melalui efek pada efek jantung ataupun pembuluh darah.
Peranan rennin-angiotensin
Pengendalian tekanan darah Secara lambat menggantikan posisi rileks saraf yang telah gagal menunaikan fungsi dalam pengendalian tekanan darah secara cepat. Proses ini berintegrasi dengan fungsi-fungsi organ yang terkait seperti kardiovaskuler dan ginjal, fungsi hormon yang lain seperti aldosteron pada saraf simpatis.
Pengendalian tekanan darah dilakukan oleh renin-angiostensin, diawali dengan disekresinya bahan renin oleh glomerular. Sel yang terdapat pada dinding arteriola aferen yang mengadakan penyatuan dengan macula densa (penebalan tubulus kontortus) bersentuhan dengan arterial aferen sebelum masuk ke dalam glomerulus dinding tubulus distalis.
Sistem hemodinamik
Pengaturan tekanan darah lebih cenderung diperankan oleh perubahan tekanan osmotik dan tekanan hidrostatik baik intravaskuler maupun ekstravaskuler. Peran utama dilakukan oleh kadar natrium yang secara langsung memengaruhi nilai osmotik cairan sehingga akan memengaruhi proses sekresi aldosteron atau hormon antidiuretik dan selanjutnya hormon tersebut akan memengaruhi volume darah dan tekanan darah.
Perubahan tekanan osmotik dan hidrostatik tersebut juga memengaruhi tekanan darah. Pengaruh langsung peningkatan volume darah oleh suatu tindakan pemberian cairan intravena pada peristiwa perdarahan mampu mempertahankan tekanan darah dalam batas-batas normal. Sistem hemodinamik dalam mengatur tekanan darah diperankan oleh adanya perubahan tekanan osmotik dan tekanan hidrostatik, baik intravaskuler maupun ekstra vaskuler. Peran utama kadar natrium secara langsung memengaruhi nilai osmotik cairan, sehingga memengaruhi proses sekresi aldosteron dan hormon antidiuretik. Selanjutnya kedua hormon ini akan memengaruhi volume darah dan tekanan darah.
Gelombang (denyut) vena
Terjadi karena perubahan tekanan dan volume yang dapat dilihat dengan pencatatan elektronik yang peka karena perubahan tekanan, dapat diamati pada jugularis leher. Kurva denyut vena seringkali dicatat pada vena jugularis eksterna dengan cara non invasif.
Kecepatan aliran darah vena
Pada keadaan normal, aliran darah vena dan vena kecil kontinu. Sedangkan pada vena sedang dan besar terjadi fluktuasi (naik turun) aliran darah balik. Aliran darah vena terjadi karena efek pompa jantung, tekanan negative rongga toraks, kontraksi otot rangka, adanya katup-katup vena pada pembuluh darah vena di bagian bawah jantung. Pada dasarnya perubahan tekanan darah vena akibat pengaruh gravitasi sama dengan pada arteri.
Mikrosirkulasi
Tempat pertukaran zat antara cairan intravaskuler dan ekstravaskuler (interstisial)adalah kapiler. Factor yang memengaruhi pertukaran zat dalam kapiler kecuali dinding kapiler adalah artiole dan venolus karena dapat mengatur junlah dan kecepatan aliran darah. Rangkaian arteriole, kapiler,venolus disebut mikrosirkulasi atau terminal vasculaer bed. Perubahan tekanan hidrostatik kapiler, dan aliran kapiler limfe dapat memengaruhi filtrasi dan absorbsi berbagai zat melalui dinding kapiler.
Aliran laminar
Artinya kecepatan aliran di bagian tengah dan bagian tepi atau perifer yang dekat dengan permukaan bagian dalam dinding arteri adalah sama. Aliran bersifat sejajar yang konsentris kea rah yang sama.
Suatu aliran darah dalam arteri yang mengalir ke segala arah disebut aliran turbulen. Keadaan ini terjadi ketika pembuluh darah mengalami sumbatan, vasokontriksi atau permukaan endotel kasar dan arteri bercabang. Bila darah mengalir dalam kecepatan tetap melalui pembuluh darah yang panjang dan licin, darah mengalir dalam aliran dengan jarak yang sama dari dinding dan darah berada pada bagian tengah pembuluh, disebut dengan aliran laminar.
Kecepatan aliran darah di bagian tengah dan bagian tepi atau perifer adalah sama. Aliran bersifat sejajar yang konsentris dengan arah yang sama. Jika dijumpai suatu aliran darah dalam arteri yang mengarah ke segala jurusan sehingga memberikan gambarab aliran tidak lancar,keadaan ini dapat terjadi pada darah yang mengalir pada bagian pembuuh darah yang mengalami sumbatan atau vasokontriksi.
Tekanan Darah
Tekanan darah arteri
Kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah yang menampung, mengakibatkan tekanan ini berubah-ubah pada setiap siklus jantung. Pada saat ventrikel kiri memaksa darah masuk ke aorta, tekanan naik sampai puncak yang disebut tekanan sistolik. Pada waktu tekanan turun sampai mencapai titik terendah yang disebut tekanan diastole.
Mengukur tekanan darah arteri
Dapat dilakukan dengan menggunakan alat Sfigmomanometer dan stetoskop yang dilakukan pada arteri brakialis di lekuk siku yang bisa teraba dengan jelas. Bunyi jantung dapat diketahui dengan mendengarkan pukulan pada arteri brakialis, tempat bunyi pertama sebagai tekanan antara systole dan diastole.
Faktor – faktor yang mempertahankan tekanan darah :
1. Kekuatan jantung yang memompakan darah, membuat tekanan yang dilakukan jantung sehingga darah bias beredar ke seluruh tubuh dan darah dapat kembali lagi ke jantung.
2. Viskositas (kekentalan) darah, disebabkan oleh protein plasma dan jumlah sel darah yang beredar dalam aliran darah.
3. elastisitas dinding aliran darah. Didalam arteri tekanan darah lebih besar daripada di daam vena sebab otot yang membungkus artei lebih elastis daripada vena.
4. Tahanan tepi. Tahanan yang dikeluarkan oleh darah mengalir dalam pembuluh darah dalam sirkulasi darah besar yang berada pada arterial. Turunnya tekanan menyebabkan denyut pada kapiler dan vena tidak teraba.
Kecepatan aliran darah
Kecepatan aliran darah bergantung pada ukuran palung dari pembuluh darah. Darah dalam aorta bergerak cepat, dalam arteri kecepatan berkurang dan sangat lambat pada kapiler. Tekanan dapat diketahui ketika darah kembali mencapai pembuluh darah vena yang lebih besar dekat dengan jantung.
Factor lain yang membantu aliran darah ke jantung meliputi gerakan otot kerangka mengeluarkan tekanan di atas vena, gerakan yang dihasilkan pernapasan dengan naik turunnya diafragma yang bekerja sebagai pompa, isapan yang dikeluarkan oleh atrium kosong sewaktu diastole menarik darah dari vena, dan tekanan darah arterial mendorong darah maju.
Selisih antara tekanan sistolik dan diastolic disebut tekanan nadi. Misalnya tekanan sistolik 120mmHg dan tekanan diastolk 80 mmHg maka tekanan nadi sama dengan 40 mmHg. Tekanan darah umumnya tidak selalu tetap berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan keadaan kesehatan. Tekanan nadi juga akan berubah selaras dengan perubahan tekanan darah seseorang.
Perubahan tekanan nadi dipengaruhi oleh factor yang memengaruhi tekanan darah, misalnya pengaruh usia dan penyakit arteriosclerosis. Pada keadaan arteriosclerosis, elastisitas pembuluh darah berkurang dan bahkan menghilang sama sekali, sehingga tekanan nadi meningkat.
Tekanan darah dan pengendaliannya
Tekanan darah sangat penting dalam system sirkulasi darah dan selalu diperlukan untuk daya dorong yang mengalirkan darah dalam arteri, arteriola, kapiler dan system vena sehingga terbentuk aliran darah yang menetap.
Jantung bekerja sebagai pemompa darah dapat memindahkan darah dari pembuluh vena ke pembuluh arteri. Pada system siskulasi tertutup, aktivitas pompa jantung berlangsung dengan cara mengadakan kontraksi dan relaksasi sehingga menimbulkan perubahan tekanan darah dalam system sirkulasi. pada arteri sampai puncaknya sekitar 120 mmHg, tekanan ini disebut tekanan systole. Tekanan ini menyebabkan aorta mengalami distensi sehingga tekanan didalamya turun sedikit.
Pada saat diastole ventrikel, tekanan aorta cenderung menurun sampai dengan 80 mmHg. Tekanan ini dalam pemeriksaan disebut tekanan diastolic. Dengan adanya perubahan siklus jantung inilah yang menyebabkan terjadinya aliran darah dalam system sirkulasi tertutup pada tubuh manusia.
Pusat pengawasan dan pengaturan perubahan tekanan darah:
1. Sistem saraf yang terdiri dari pusat – pusat yang terdapat di batang otak, misalnya pusat vasomotorik dan di luar susunan saraf pusat misalnya baroreseptor dan sistemik.
2. Sistem humoral atau kimia yang berlangsung local atau sistemik, misalnya renin-angiotensin, vasopressin, epinefrin, asetilkolin, serotonin, adenosine dan kalsium, magnesium, hydrogen, kalium dan sebagainya.
3. Sistem hemodinamik lebih banyak dipengaruhi oleh volume darah, susunan kapiler, perubahan tekanan isotonic dan hidrostatik bagian luar dan dalam system vaskuler.
Pusat vasomotor
Pusat pengendalian tekanan darah yang terdapat pada dua per tiga proksimal medulla oblongata dan sepertiga distal pons. Pusat vasomotor ini bertanggung jawab atas vasokontriksi pembuluh darah dan peningkatan frekuensi denyut jantung dan selalu berdenyut otomatis karena sel – selnya memiliki potensial iistirahat yang labil dan impuls atau rangsangan terjadi dikirim melalui saraf medulla spinalis dan melalui saraf simpatis menuju organ yang dipeliharanya seperti jantung dan pembuluh darah.
Pusat vasokontriksi terdapat secara bilateral pada dua per tiga proksimal medulla oblongata dan sepertiga distal pons. Sedangkan di bagian medial dan distal medulla oblongata terdapat pusat vasodilasator (inhibitor) yang mampu menghambat impuls vasokonstriktor dan efeknya menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Kedua pusat tersebut saling memengaruhi kontraktilitas miokardium, isi akhir daiastolik dan pacu jantung, di lain pihak mampu memelihara tahanan perifer total agar tetap berada pada batas normal.
Refleks vaskuler melalui pusat vasomotor
Serabut saraf aferen menuju pusat vasomotor berasal dari baroreseptor (rangsangan ujung saraf) arteri dan kemoreseptor (rangsangan zat kimia) aorta dan karotis dari korteks serebri terutama daerah limbic yang melewati hipotalamus dan mensefalon dari aferen vagus paru-paru yang berasal dari rangsangan reseptor nyeri kulit atau visera. Rangsangan pada pusat vasomotor dapat terjadi secara langsung seperti penurunan kadar oksigen darah dan peningkatan karbon dioksida darah karena berbagai rangsangan pusat vasomotor.
Presoreseptor dan kemoreseptor
Aktivitas pusat vasomotor yang otomatis dapat dihambat oleh adanya rangsangan yang datang dari presoreseptor dan kemoreseptor dengan mekanisme yang berbeda. Rangsangan yang dikirim oleh presoreseptor (ujung saraf yang peka terhadap rangsangan motorik) menyebabkan aktivitas vasokonstriktor dan kardioakselerator sehingga umpan balik yang dikirim ke pysat vasomotor dapat bersifat negative atau positif. Di dalam pembuluh darah reseptor tekanan tersebut terdapat dalam lapisan adventisia sedangkan pada sinus karotikus dan aortikus reseptor tersebut terletak di lapisan media karena reseptot tersebut baru terangasang bila terdapat kenaikan tekanan darah.
Kemoreseptor terdapat di sinus karotikus dan baru terangsang apabila terdapat perubahan kimia darah, seperti rendahnya kadar oksigen plasma, meningkatnya ion hydrogen, menurunnya pH plasma darah, atau meningkatnya kadar karbon dioksida.
Hipotalamus
Berperan dalam mengatur emosi dan tingkah laku yang berhubungan dengan pengaturan kardiovaskuler. Rangsangan pada hipotalamus anterior menyebabkan penurunan tekanan darah dan bradikardia, sedangkan Rangsangan pada hipotalamus posterior menyebabkan peningkatan tekanan darah dan takikardia.
Hipotalamus dapat mengatur keseimbangan suhu tubuh dengan memengaruhi pembuluh darah kulit, pendinginan kulit, atau hipotalamus dapat menimbulkan vasokonstriksi pembuluh darah kulit. Sedangkan pemanasan dapat menimbulkan vasodilatasi pembuluh darah kulit untuk meningkatkan pelepasan panas.
Serebrum
Daerah korteks serebri khususnya perangsangan area motorik, dapat memengaruhi tekanan darah berupa penurunan respon presor; sedangkan vasodilatasi dan respon depressor meningkat.
Reseptor nyeri
Rasa nyeri dapat merangsang area presor dan depressor pusat vasomotor bergantung pada intensitas dan local stimulus. Rasa nyeri yang hebat dan lama dapat pula menimbulkan vasodilatasi dan penurunan kesadaran (pingsan).
Refleks pulmonal
Inflasi paru akan menimbulkan vasodilatasi sistemik dan penurunan tekanan darah arteri. Sebaliknya kolaps paru akan menimbulkan vasokonstriksi sistemik.
Sistem humoral (kimia)
Pengaturan tekanan darah dapat terjadi dengan memengaruhi factor yang menjadi komponen tekanan darah seperti curah jantung dengan segala factor yang memengaruhinya dan tahanan perifer total dengan segala factor yang memengaruhi. Pengendalian tekanan darah secara humoral atau cairan kimia adalah pengendalian tekanan darah yang diperankan oleh bahan seperti hormon, antara lain: vasopressin, kortikosteroid, rennin-angiostensin, epinefrin, norepinefrin, bradikinin, serotonin, dan ion-ion yang terdapat di dalam cairan tubuh misalnya bahan elektrolit local (ion kalsium) yang memiliki kemampuan rangsangan vasokonstriksi arteriola.
Ion kalsium dan magnesium jika terdapat kelebihan kadarnya di dalam cairan tubuh akan menimbulkan vasodilatasi arteriola. Ion ini dapat menghambat mekanisme kontraksi otot polos arteriola. Adapun ion natrium dan asam dapat menyebabkan vasodilatasi arteriola melalui mekanisme tidak langsung dengan meningkatkan nilai osmolaritas cairan tubuh. Secara umum bahan kimia yang memengaruhi tekanan darah pada sistem tahanan total seperti bradikinin, histamine, serotonin, menyebabkan pertambahan radius pada penampang pembuluh darah arteriola. Sedangkan angiostensin, prostaglandin, Dan vasopressin menyebabkan pengurangan radius arteriola. Tetapi bahan seperti epinefrin, norepinefrin, angiostensin, vasopressin, kalsium, dan kalium dapat memengaruhi tekanan darah melalui efek pada efek jantung ataupun pembuluh darah.
Peranan rennin-angiotensin
Pengendalian tekanan darah Secara lambat menggantikan posisi rileks saraf yang telah gagal menunaikan fungsi dalam pengendalian tekanan darah secara cepat. Proses ini berintegrasi dengan fungsi-fungsi organ yang terkait seperti kardiovaskuler dan ginjal, fungsi hormon yang lain seperti aldosteron pada saraf simpatis.
Pengendalian tekanan darah dilakukan oleh renin-angiostensin, diawali dengan disekresinya bahan renin oleh glomerular. Sel yang terdapat pada dinding arteriola aferen yang mengadakan penyatuan dengan macula densa (penebalan tubulus kontortus) bersentuhan dengan arterial aferen sebelum masuk ke dalam glomerulus dinding tubulus distalis.
Sistem hemodinamik
Pengaturan tekanan darah lebih cenderung diperankan oleh perubahan tekanan osmotik dan tekanan hidrostatik baik intravaskuler maupun ekstravaskuler. Peran utama dilakukan oleh kadar natrium yang secara langsung memengaruhi nilai osmotik cairan sehingga akan memengaruhi proses sekresi aldosteron atau hormon antidiuretik dan selanjutnya hormon tersebut akan memengaruhi volume darah dan tekanan darah.
Perubahan tekanan osmotik dan hidrostatik tersebut juga memengaruhi tekanan darah. Pengaruh langsung peningkatan volume darah oleh suatu tindakan pemberian cairan intravena pada peristiwa perdarahan mampu mempertahankan tekanan darah dalam batas-batas normal. Sistem hemodinamik dalam mengatur tekanan darah diperankan oleh adanya perubahan tekanan osmotik dan tekanan hidrostatik, baik intravaskuler maupun ekstra vaskuler. Peran utama kadar natrium secara langsung memengaruhi nilai osmotik cairan, sehingga memengaruhi proses sekresi aldosteron dan hormon antidiuretik. Selanjutnya kedua hormon ini akan memengaruhi volume darah dan tekanan darah.
Hemoglobin
Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.
Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang
disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.
Gugus heme
Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa
tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua
subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip
secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat
molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi
sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga
secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:
Reaksi bertahap:
- Hb + O2 <-> HbO2
- HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2
- Hb(O2)2 + O2
<-> Hb(O2)3
- Hb(O2)3 + O2
<-> Hb(O2)4
Reaksi keseluruhan:
- Hb + 4O2 -> Hb(O2)4
Ø Struktur Hemoglobin
Hemoglobin adalah
metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam
darah mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin adalah suatu protein dalam sel
darah merah yang mengantarkan oksigen dari paru-paru ke jaringan di seluruh
tubuh dan mengambil karbondioksida dari jaringan tersebut dibawa ke paru untuk
dibuang ke udara bebas.
Molekul hemoglobin
terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik
dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu
golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang
paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.
Hemoglobin tersusun
dari empat molekul protein (globulin chain) yang terhubung satu sama lain.
Hemoglobin normal orang dewasa (HbA) terdiri dari 2 alpha-globulin chains dan 2
beta-globulin chains, sedangkan pada bayi yang masih dalam kandungan atau yang
sudah lahir terdiri dari beberapa rantai beta dan molekul hemoglobinnya
terbentuk dari 2 rantai alfa dan 2 rantai gama yang dinamakan sebagai HbF. Pada
manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang
terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen.
Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap
subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat
molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton.
Pada pusat molekul
terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu
atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang
mengandung besi disebut heme Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme,
sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul
oksigen. Pada molekul heme inilah zat besi melekat dan menghantarkan oksigen
serta karbondioksida melalui darah, zat ini pula yang menjadikan darah kita
berwarna merah.
Hemoglobin juga
berperan penting dalam mempertahankan bentuk sel darah yang bikonkaf, jika
terjadi gangguan pada bentuk sel darah ini, maka keluwesan sel darah merah
dalam melewati kapiler jadi kurang maksimal. Hal inilah yang menjadi alasan
mengapa kekurangan zat besi bisa mengakibatkan anemia. Nilai normal hemoglobin adalah
sebagai berikut :
·
Anak-anak
11 – 13 gr/dl
·
Lelaki dewasa 14 –
18 gr/dl
·
Wanita dewasa 12 – 16
gr/dl
·
Jika nilainya kurang dari nilai diatas bisa dikatakan
anemia, dan apabila nilainya kelebihan akan mengakibatkan polinemis.
Langganan:
Postingan (Atom)
Diposting oleh






